Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/10/2012, 16:56 WIB

KOMPAS.com - Perhelatan ketiga Jakarta Culinary Festival (JCF) 2012 yang digelar Ismaya Group di sejumlah restoran fine dining di Jakarta, disambut hangat oleh penikmat kuliner. Mereka sudi menebus harga jutaan rupiah untuk menikmati sajian sang juru masak.

”Sekarang ini, orang memburu jamuan makan dan demo masak dari chef dunia sudah seperti memburu tiket konser musik artis dunia saja,” ujar Endamia Karina, Direktur Komunikasi Hotel Mandarin Oriental Jakarta, yang kerap mengundang juru masak dunia untuk menggelar jamuan dan demo masak di Restoran Lyon di hotel tersebut.

Beberapa tahun belakangan, hotel-hotel berbintang di Jakarta juga kerap mengundang juru masak dari restoran di luar negeri yang berpredikat Michelin Star. Michelin Star merupakan atribut prestisius yang diperoleh restoran fine dining dari terbitan panduan tahunan The Michelin Guide.

Demand (permintaan pasar) di Jakarta untuk jamuan makan ataupun demo masak oleh chef internasional, termasuk dengan Michelin Star, akan terus tumbuh sebab ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Orang harus reservasi jauh-jauh hari karena sering kali peminatnya melebihi kapasitas restoran,” kata Endamia.

Romy Herlambang, Direktur Komunikasi Hotel Mulia Senayan, mengatakan, mendatangkan juru masak kelas dunia sebenarnya tak mudah. Sang juru masak dan timnya bahkan perlu datang beberapa bulan sebelumnya untuk memeriksa restoran. ”Kehadiran chef dari restoran dengan Michelin Star menjadi pencapaian tersendiri bagi restoran kami,” kata Romy.

Mario Batali, misalnya, sempat pula menggelar demo masak pada Jumat (5/10/2012) petang. Acara itu dikemas megah bak konser musik di XXI Ballroom Gedung Djakarta Theatre. Panggung yang lapang dijadikan dapur dengan latar berupa layar lebar untuk memproyeksikan aktivitas Mario di panggung dalam sorotan kamera jarak dekat. Salah satu juri tayangan televisi MasterChef Indonesia, Rinrin Marinka, yang memandu acara demo masak itu, menyebutnya sebagai cooking concert.

Tak ketinggalan, anak-anak turut antusias menonton demo masak oleh juru masak selebritas. Fina M Pardede dari Ismaya Group mengungkapkan, dalam perhelatan JCF 2012, segmen yang menyedot pengunjung di antaranya acara yang menghadirkan Isabella dan Sofia Bliss, kakak-beradik kembar yang populer dalam tayangan televisi Junior MasterChef Australia.

Minggu (7/10/2012) petang, misalnya, areal ruang demo masak oleh Isabella dan Sofia penuh dipadati anak-anak dan remaja. Kedua juru masak remaja itu tampil di panggung yang disulap menjadi dapur. Anak-anak pun antusias menonton sang idola mempraktikkan masak-memasak beberapa menu sederhana. Seusai demo, keduanya diserbu anak-anak yang ingin berfoto bersama dan meminta tanda tangan.

”Anak saya ini sejak kemarin pengin banget nonton chef idolanya itu gara-gara nonton Junior MasterChef Australia itu, lho,” ujar Ajeng Raviando, menemani Audrey (11) yang mengaku juga ingin menjadi juru masak.

Pengamat gaya hidup yang juga pengajar filsafat di Universitas Indonesia, Tommy Awuy, melihat fenomena ini sebagai gaya hidup kaum urban yang ingin terlihat berbeda dari orang-orang di sekitarnya.

”Kuliner sudah menjadi salah satu produk pencitraan budaya global selain mode dan pertunjukan. Menonton konser David Foster yang tiketnya jutaan rupiah, misalnya, bisa menjadi pembeda kalangan tertentu dengan orang di sekitarnya. Begitu pula dengan kuliner,” kata Tommy.

Padahal, lanjut Tommy, makanan dari chef internasional yang mereka santap dengan harga jutaan rupiah itu belum tentu lebih enak dibandingkan dengan masakan Indonesia. Bahkan, belum tentu juga cocok di lidah. ”Yang penting, sudah makan produk luar,” ujarnya. (IYA)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Angkringan Timbangan Tebu di Yogyakarta yang Hits dan Wajib Dikunjungi

Angkringan Timbangan Tebu di Yogyakarta yang Hits dan Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
JAB Fest Kombinasikan Seni dan Literasi, Dipercaya Dongkrak Wisatawan Minat Khusus di DIY

JAB Fest Kombinasikan Seni dan Literasi, Dipercaya Dongkrak Wisatawan Minat Khusus di DIY

Travel Update
8 Oleh-oleh Khas Gorontalo, Ada Kopi hingga Kain

8 Oleh-oleh Khas Gorontalo, Ada Kopi hingga Kain

Jalan Jalan
Rencana Pemindahan Lukisan Mona Lisa, Apa Masih di Louvre?

Rencana Pemindahan Lukisan Mona Lisa, Apa Masih di Louvre?

Travel Update
5 Pusat Oleh-oleh di Makassar, Bawa Pulang Makanan atau Kerajinan Tangan

5 Pusat Oleh-oleh di Makassar, Bawa Pulang Makanan atau Kerajinan Tangan

Jalan Jalan
6 Hotel Murah di Cilacap, Tarif mulai Rp 194.000

6 Hotel Murah di Cilacap, Tarif mulai Rp 194.000

Hotel Story
5 Tips Liburan dengan Open Trip yang Aman dan Menyenangkan

5 Tips Liburan dengan Open Trip yang Aman dan Menyenangkan

Travel Tips
3 Juta Wisatawan Kunjungi Banten Saat Libur Lebaran 2024, Lebihi Target

3 Juta Wisatawan Kunjungi Banten Saat Libur Lebaran 2024, Lebihi Target

Travel Update
Cara Menuju ke Wisata Pantai Bintang Galesong, 1 Jam dari Makassar

Cara Menuju ke Wisata Pantai Bintang Galesong, 1 Jam dari Makassar

Jalan Jalan
The 2nd International Minangkabau Literacy Festival Digelar mulai 8 Mei

The 2nd International Minangkabau Literacy Festival Digelar mulai 8 Mei

Travel Update
Wisata Pantai Bintang Galesong, Cocok untuk Liburan Bersama Rombongan

Wisata Pantai Bintang Galesong, Cocok untuk Liburan Bersama Rombongan

Jalan Jalan
Padatnya Wisatawan di Bali Disebut Bukan karena Overtourism

Padatnya Wisatawan di Bali Disebut Bukan karena Overtourism

Travel Update
Kunjungan Wisata Saat Lebaran 2024 di Kabupaten Malang Turun, Faktor Cuaca dan Jalan Rusak

Kunjungan Wisata Saat Lebaran 2024 di Kabupaten Malang Turun, Faktor Cuaca dan Jalan Rusak

Travel Update
Kemenparekraf Tegaskan Bali Belum Overtourism, tapi...

Kemenparekraf Tegaskan Bali Belum Overtourism, tapi...

Travel Update
Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta Akan Buka Kembali Juni 2024

Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta Akan Buka Kembali Juni 2024

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com